Jumat, 11 Maret 2011

Prasasti Dwibahasa : Rosetta Stone

Raja Ptolemeus V (205-180 SM), diceritakan dan ditulis dua kali oleh bangsa Mesir Kuno. Dekritnya terpatri pada Tulisan Hieroglif dan Huruf Demotik, juga ditulis dalam bahasa Yunani. Temuan Hieroglif memang unik dan tidak banyak yang mampu menerjemahkannya, kalau pun ada tapi lebih banyak yang salah mengartikan dari pada membenarkan makna yang tertulis.

Hieroglifs
http://flic.kr/p/6Zbduw
Pada tahun 1799 tentara Perancis yang menyerbu Mesir menemukan Prasasti Dwibahasa yang diberi nama Rosetta Stone di  Kota Al-Rashid, pesisir Mediterania. Disebut Prasasti Dwibahasa sebab dua jenis tulisan pertama adalah bahasa yang sama yaitu Bahasa Mesir, namun dalam versi dan peruntukkan yang berbeda. Sedangkan huruf Yunani adalah bahasa yang kedua.

Dengan bantuan Pakar Bahasa dan pengucapan lidah orang Yunani, para ahli dapat membandingkan dan menerjemahkan Dekrit Raja Ptolemeus V dari ketiga versi tulisan. Yang artinya, mereka akan menguak makna tulisan Hieroglif yang misteri. 

Rosetta Stone
Rosetta Stone di Museum Inggris (1802)

Thomas Young (1773-1829) adalah orang Inggris pertama yang mengakui bahwa Hieroglif mewakili fonetik, dengan tanda tanda yang mewakili individu, bukan hanya mewakili keseluruhan kata atau konsep. Sayangnya Thomas Young tidak sependapat dengan temuan diatas.
 Tabel Champollion

Jean Francois Champollion (1790-1832) adalah orang Perancis pertama yang berhasil mengungkap kompleksitas sebagian besar sistem penulisan Mesir Kuno. Hasil studinya pada Rosetta Stone menyimpulkan bahwa:

Hieroglif terdiri dari tiga jenis dasar.
  1. Phonograms (mewakili suara)
  2. Ideograms & Logograms (mewakili kata kata)
  3. Determinative (yang menekankan arti)
Phonograms terbagi lagi menjadi tiga kategori. Alphabet dasar memiliki dua puluh empat Hiroglif yang masing masing mewakili satu konsonan tunggal, misal : =b,=m,=r. Phonograms lainnya yang berjumlah ratusan mewakili dua atau tiga suara, seperti : = ms,=nfr.

Nama Rosetta Stones diambil dari nama Kota tempat batu tulis ini ditemukan yaitu Kota Al-Rashid (Rosetta). Awalnya Rosetta Stones tersimpan didalam sebuah kuil, kemudian dipindahkan pada masa awal kristen berkuasa di abad pertengahan. Batu ini diangkut dan digunakan sebagai dinding Benteng Julian di Kota Al-Rashid dekat delta sungai Nil. 

Rosetta Stone merupakan Dekrit dari Raja Ptolomeus V yang diukir dalam tiga bahasa berbeda. Pada bagian atas tertulis dalam huruf Hieroglif Mesir Kuno, bagian tengah dalam Skrip Demotik dan bawahnya pula Aksara Yunani Kuno. Bangsa Mesir Kuno mengenal Tulisan Hieroglif sebagai Bahasa Tuhan, Skrip Demotik pula sebagai Bahasa Dokumen, dan Bahasa Yunani yang digunakan oleh pemerintahan Raja Ptolomeus V. Perancis menaklukan Mesir pada tahun 1801, tiga tahun kemudian pasukan Inggris berhasil mengalahkan Perancis. Dibawah persetujuan Kapitulasi Alexandria tanggal 2 September 1801, Rosetta Stone dipindahkan ke London   lalu disimpan dan terpajang di Museum Inggris sejak tahun 1802 hingga sekarang.
Tahun 2003, Mesir mengklaim Rosetta Stone agar dikembalikan. Sebab berdasarkan historis tentu saja batu ini milik nenek moyang mereka.

Lalu dua salinan pecahan batu tulis dwibahasa lainnya ditemukan, yaitu bertuliskan Dekrit Canopus pada 238 SM dan Dekrit Memphis Ptolemous IV pada 218 SM. Batu batu ini tidak saja unik, tapi menjadi acuan untuk mempelajari Sastra Budaya Mesir Kuno.
Rekonstruksi ulang formasi utuh Rosetta Stone

3 komentar:

John Terro mengatakan...

wow ... keren

Haryadi Be mengatakan...

Terima kasih sudah mampir gan,..

geasy mengatakan...

thumbs up, Mas Brooo...

Posting Komentar

Share