Sabtu, 24 Juli 2010

800 kaki dibawah Katedral Kuno Hagia Sophia

Mencari referensi tulisan mumet juga...hahahhaaaa..Paling tidak saya berusaha menulis lagi,meski kalian cuma numpang lewat doank...gpp lah, enjoy aja

Salah satu katedral tertua dan terbesar di dunia menyembunyikan rahasia yang fantastis selama berabad-abad, sering dibicarakan tetapi tidak pernah sekalipun dikonfirmasi kebenarannya. Bangunan indah nan luas Hagia Sophia, yang sekarang menjadi museum, berdiri kokoh di atas serangkaian cerita kuno yang mengatakan terdapat sebuah terowongan bawah tanah untuk menghubungkan katedral dengan Waduk Basilika , Prince Island dan Istana Topkapi. Direktur Göksel Gülensoy telah lama mengkagumi keindahan dan misteri Hagia Sophia, dan ia memutuskan untuk memulai sebuah ekspedisi penyelaman di bawah bangunan tersebut untuk membuka sebagian dari rahasia kuno yang tersembunyi.



Gülensoy memulai proyek dokumenter pada 1998, tetapi keprihatinan dan anggaran pemerintah Turki menyebabkan proyek ditunda penyelesaiannya hingga akhir 2009. Film berdurasi 50-menit , "In The Depths of Hagia Sophia" (atau "Ayasofya'n? N Derinliklerinde") menunjukkan sisi struktur bersejarah yang sebelumnya tidak pernah dieksplorasi secara mendalam, apalagi difilmkan. Bersama dengan dua penyelam dan empat spelunkers, sang direktur akan akan menjelajah kedalaman untuk melihat ada apa dibawah gedung Katedral ini, tepatnya: terowongan rahasia Hagia Sophia.

Tim mulai dengan membuka pintu waduk di aula utama, sedangkan dua pintu keduanya telah ditutup untuk beberapa waktu, dan belum pernah ada seorang penyelam yang diizinkan masuk ke reservoir ini. Setelah mempelajari kecil ruang pertama, tim pindah ke reservoir kedua yang lebih besar. Di sana mereka menemukan termos diduga ditinggalkan oleh tentara Inggris pada tahun 1917, sebuah rantai yang mungkin berisi tahanan pada masa perang dulu, dan berbagai macam potongan-potongan puing puing katedral. Para spelunkers kemudian mengambil alih dan pindah ke dua lorong di bawah Hagia Sophia.

Di bawah katedral besar, tim menemukan bagian-bagian yang tertutup, kuburan penuh tulang anak-anak, dan Ruang Pemakaman Imam Pertama Hagia Sophia. Dibawah rasa takut akan kebocoran gas, tanah longsor dan pondasi ambruk sangat menakuti pikiran semua orang, tapi seluruh tim muncul kembali dengan selamat. Demi keamanan, dan untuk mencegah rumor yang mungkin muncul di masa depan, setiap orang yang turun menyelam di bawah Hagia Sophia hari itu wajib melewati pemeriksaan dengan X-Ray,ini untuk membuktikan bahwa tidak ada artefak yang dibawa keluar dari situs ini.

Setelah proyek selesai, jelas sudah bahwa Gülensoy dan timnya telah mematahkan banyak mitos tentang Terowongan Bawah Tanah dibawah katedral kuno. Kisah kisah yang banyak ditulis dan dongeng yang banyak beredar tentang terowongan menuju ke waduk Basilika dan ke Prince Island tidak pernah ada!.itu semua hoax belaka. Namun, eksplorasi yang dipimpin para pejabat Turki dan Direktur Museum Hagia Sophia mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk melihat misteri lain yang masih terpendam di bawah gedung ini. Ia mengatakan jika dia dapat memperoleh izin yang diperlukan dari pemerintah, Gülensoy berencana untuk kembali untuk membuat film lain tentang sejarah tersembunyi Hagia Sophia.
Misteri terpendam dibawah gagahnya bangunan Hagia Sophia masih tetap Misteri
(24 Februari 2010 jam 21:38 | disalin dari Catatan Facebook saya weburbanist )

9 komentar:

who i am mengatakan...

pertamax

KraKen mengatakan...

Pertamax udah diamankan??waduuuh..blog saya lagi di Razia kayaknya..hahahaha.. :D

bacabacadoang mengatakan...

Lucu ya, bangunan gereja bisa dipasang tulisan Tuhan umat islam...untung ngga pernah kejadian sebaliknya, bisa berabe dunia ini...

H.Be mengatakan...

@bacabacadoang gak ada yang lucu kok..kamu belum habis membaca kelanjutannya The Fall of Hagia Sophia..sekarang tempat ini bukan Katedral ataupun Masjid..tapi Museum.

KraKen mengatakan...

@bacabacadoang Meskipun Mekkah dan Madinah berubah menjadi gereja,..tetap saja tidak ada yang lucu..Rumah Tuhan dijaga olehNya, begitu juga Vatikan..toh jauh sebelum zaman Islam dan Kristen hadir, di Mekkah merupakan pusat penyembah berhala...yang kalah pasti tertinggal dan menjadi kenangan.Kaum pagan saat itu musnah bersama berhala berhalanya.

Turki,..penaklukan berarti seluruh kota dan isinya takluk dan tunduk, Bani Ustmani masih waras dengan membiarkan bangunan Katedral itu berdiri sebagai simbol kejayaan Kristen,dan merubahnya menjadi masjid dengan membuang patung patung berhala didalamnya, jika diratakan dengan tanah baru lucu namanya, " lah katanya dulu Katedral besar, kok malah tanah kosong?".Tapi kenyataannya TIDAK, dan kita masih bisa menyaksikan bangunan itu berdiri sebagai museum.

Apapun bisa terjadi pada bangunan keagamaan didunia ini, borobudur saja terpendam dibawah debu vulkanik berabad abad lamanya namun tidak ada yang tertawa.

Tuhan selalu menjaga rumahnya, kenapa harus takut? cari saja daftar masjid yang berubah menjadi gereja atau sebaliknya di Google,mudah kan??sebab saya tidak akan menuliskannya disini.

bacabacadoang mengatakan...

I'm more concern about the historical aspect in this discussion, not about religion.
Candi Borobodur yang terpendam lama di bawah debu vulkanik secara sejarah justru berefek sangat baik terhadap nasibnya. Setuju, saya tidak akan merasa lucu ttg itu, malah merasa lega ada World Heritage yang dijaga baik karena tertimbun.
Byzantine, dgn ibukota Konstantinopel (skrg Istanbul) sbg ibukota pada tahun 1400an adalah kerajaan Romawi di bagian timur, krn rajanya adalah keluarga dari kerajaan Romawi. Konstantinopel bahkan saat itu lebik baik dan lebih ramai daripada Roma, baik secara ekonomi ataupun kebudayaan.
Perhatian ini saya bawakan untuk menggambarkan keadaan dimana pusat kebudayaan dihancurkan melalui perang yang berasal sejak tahun 700an dari arah selatan Byzantine. Bila sejak awal bangunan katedral memang ditujukan menjadi museum, kenapa dulu diubah isinya? Disini letak lucunya, museum itu apa gunanya? Toh isinya yang tersisa dari isi aslinya adalah batu bangunan dan beberapa lukisan didinding yang tidak dicat ulang. Jadi Opera Van Turki deh kalo begini.

Sblmnya saya hanya mengandaikan Mekah dan mesjid rayanya diperlakukan sama seperti itu (bukan berarti nyumpahin loh, hampir semua org ngga demen perang), jadi seandainya terjadi, apa reaksinya ? Bagaimana menurutmu Kraken?
@ H-be : argumenmu tidak relevan secara historical, sudah dijawab pada posting saya yang dihapus. Thx

KraKen mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
KraKen mengatakan...

Historis ya..hhmm,komen pertama kamu historisnya dimana?

Awal kehancuran Byzantium (http://tinyurl.com/2a7bl6y)

Hagia Sophia Lebih jelas disini http://tinyurl.com/2gxzwnv

Mustafa Kemal Ataturk mengubah Aya Sofia menjadi Museum pada tahun 1937, namun sebelumnya Sultan Mahmud II merubah Hagia Sophia menjadi Masjid pada 1452 untuk rakyatnya dan bukan Museum,...terdapat rentang waktu yang cukup lama dari Masjid Aya Sofia menjadi Museum(485 Tahun).

Jadi sesaat penaklukan memang Hagia Sophia tidak dirubah menjadi Museum, namun sebagai Masjid Aya Sofia. Lalu Mustafa Kemal Ataturk merubahnya menjadi Museum 485 tahun kemudian...not funny at all in real life, Hal yang sama bisa juga terjadi pada Mekkah dan tempat keagamaan lain jika ditaklukkan. Wajar wajar aja saya rasa.

Dichina banyak Masjid dengan ornamen dan disain mirip kelenteng dan tulisan china sebagai kaligrafi, wajar wajar aja kok.

bacabacadoang mengatakan...

Pada posting pertama saya, sudut pandang lucu dilihat dari sebuah bangunan gereja yang pernah menjadi yang terbesar pada masa-nya bisa dipasang tulisan Tuhan umat Islam dan segala pernak-perniknya dikeluarkan agar bisa diubah menjadi tempat sembahyang, hanya selang beberapa hari setelah kota konstantinopel jatuh ke tangan panjajah.

Lucu karena hal yang tidak wajar :D

Dari apa yang saya tangkap, sepertinya kamu Kraken, adalah orang yang berjiwa besar. Tidak semua orang akan merelakan begitu saja loh. Lewat corat-coret gambar saja, seseorang bisa merasa dilecehkan agamanya, apalagi bila tempat ibadah terbesarnya di-hmmmmm-"ubah".
Seandainya pada jaman ini kuil Shinto Jepang diubah menjadi kuil api Zoroaster, bisa dianggap provocation act.

Poskan Komentar

Share