Maaf, Blog Sedang Dalam Perbaikan

Selasa, 29 Juni 2010

Gerhana Bulan Merah Sabtu Lalu

Penampakan gerhana bulan sebagian yang berwarna merah darah menjadi topik menarik disitus National Geographic beberapa hari lalu, "kemungkinan debu vulkanik dari gunung Islandia yang menyebabkan gerhana bulan menjadi merah" kata para astronom.

Gerhana Merah, suatu pertanda?
Sebuah gerhana parsial dari bulan purnama yang baru saja terjadi, tampak bulan berubah sebagian warnanya menjadi merah, itu adalah efek dari debu vulkanik gunung berapi Islandia, kata pakar astronom. Selama berlangsungnya fenomena ini, bayangan Bumi akan menutupi setengah dari permukaan bulan selama tiga jam, yang dimulai 03:17 PDT pada tanggal 26 Juni.Gerhana dapat dilihat dengan mudah disebagian besar Amerika, Australia, dan Asia.




Gerhana bulan terjadi ketika matahari, Bumi, dan berada dalam satu garis sejajar dengan bulan. Tidak seperti saat gerhana bulan total, ketika seluruh bulan menjadi gelap ditelan bayangan Bumi , saat gerhana bulan parsial, permukaan bulan tidak meredup seluruhnya, hanya sebagian saja.

"Bayangan Bumi akan menutupi sedikit permukaan bulan, dan terlihat sebagian permukaan bulan lebih gelap dari sisa bagian yang lain," kata Geza Gyuk, astronom di Planetarium Adler di Chicago, Illinois.
"Pengamat langit akan melihat penurunan kecerahan warna bulan bahkan mungkin perubahan warna."

Yang pertama tahapan gerhana terlihat dari bagian tengah dan barat benua Amerika Utara pada waktu subuh. Bagian timur benua itu tidak dapat melihat fenomena ini. Bagi mereka di Cekungan Pasifik dan Asia, gerhana terjadi pada Sabtu malam.

Para pengamat langit di Amerika tengah dan zona waktu sekitar pegunungan akan menangkap sebagian besar pergerakan gerhana ini, sementara mereka yang berada dalam zona waktu Pasifik akan melihat gerhana secara keseluruhan sampai keluarnya bulan dari bayangan bumi sepenuhnya pada 6:00 PDT.

Debu Vulkanik Akan Menambahkan Kecerahan Warna Bayangan Bumi

Bagian paling menarik dari gerhana ini adalah saat bayangan Bumi menutupi 54 persen dari permukaan bulan yang terjadi pada fase -4:38 PDT.

Pada titik ini, saat bulan berada pada paling gelap, wajahnya dapat berubah menjadi merah akibat dari abu dilemparkan ke dalam atmosfer oleh letusan gunung berapi yang terjadi baru-baru ini di Islandia.

Selama puncak gerhana, pembiasan cahaya matahari dari debu yang berterbangan di atmosfer bumi diproyeksikan ke bulan ,yang merahnya sama persis seperti warna merah saat matahari tenggelam.



"Sementara saya belum mendengar laporan dari merahnya warna matahari terbenam (sangat fantastis) yang terjadi karena efek debu gunung berapi Islandia," kata Gyuk, "mungkin akan sangat cantik jika abu di udara menyebabkan warna kemerahan ekstra pada bulan."

Ini adalah pemberitaan Berita National Geographic oleh Andrew Fazekas tanggal 25 Juni 2010 . Sehari sebelum terjadinya Gerhana Merah itu.

Ada suatu Kitab Suci yang menyebutkan tentang Gerhana Merah dan sebagai tanda akan ada kejadian besar dalam waktu dekat, berhubung blog saya bukan untuk membahas tentang Ramalan suatu Agama, maka saya tidak akan menuliskan keterangan lebih lanjut. Kalian bisa ber-ekplorasi sendiri dan mencatat dengan tinta merah tentang makna gerhana merah ini lalu menunggu, apakah Ramalan akan terpenuhi atau tidak.
National Geographic: http://news.nationalgeographic.com/news/2010/06/100625-lunar-eclipse-full-moon-june-26-space-science/

5 komentar:

zulfan humbas mengatakan...

kan betol aku bilang gerhana nko tak pecaya lah

KraKen mengatakan...

betol pakcik,.sebab kita tengok gerhana dah lewat daaa..baru kemudian aku cari infonya..lalu posting hehehe.....nko belum follow lah

Faisal Ma'rifat mengatakan...

aku jga sering liat bulan jdi merah gitu tiap malem nisfu (islam).. kukira cuma kejadian biasa jdi gk suka di foto eh ternyata ada penjelasan ilmiahnya

KraKen mengatakan...

iya kah?
wah...lain waktu musti standby kamera bro,..thx udah komen.

Faisal Ma'rifat mengatakan...

ya nanti mau di foto kalau liat lgi...

Poskan Komentar

Share